Tetap Tenang Jangan Buat Kegaduhan Didalam Blog ini, Blog ini Untuk Berbagi Ilmu Dari Kegiatan Sehari-Hari Saya

Friday, February 1, 2013

Cerpen cinta

Cinta Romantis Yang Mengharukan


Hari ini Dodi berulang tahun. Aku ingin memberikan sesuatu yang istimewa untuknya. Sesuatu yang bisa membuatnya bahagia dan memaafkan tingkah lakuku yang tak pantas selama ini.

Hari ini akan kuserahkan seluruh cintaku padanya. Kan kuberikan sepenuh hatiku untuknya. Kan kubalas hari - hari menyakitkan yang dilaluinya dengan manisnya cinta. Aku membungkus bingkisan yang telah kupersiapkan untuk kado ulang tahunnya sambil bersenandung riang. Dodi sudah lama menginginkan jam tangan ini, yang diburunya sejak enam bulan lalu. Kutemukan seminggu yang lalu saat aku tugas ke Singapura. Di hari istimewanya ini aku akan melakukan sesuatu yang spesial. Aku akan menjamunya makan malam, memberikan hadiah untuknya, dan menyatakan cintaku padanya. Ya, aku ingin kembali padanya. Aku ingin menjadi bagian hidupnya lagi. Aku ingin mengarungi dunia bersamanya.

Cerpen Romantis


First Love Never Dies
Langit malam tampak lebih indah dari biasanya saat bulan purnama yg benderang ada disana. Aku dan Irwan berbaring tenang di atas mobil pick-up milik Irwan yang tengah mencoba untuk menghitung bintang -bintang yg bertaburan. Ia terus mengulangi hitungannya dari awal tiap kali aku menyela, dan ia tampak cukup kesal.
“Irwan, berisik ah! Kamu nggak bakal bisa hitungin bintang sebanyak itu..”
Irwan berhenti menghitung lalu menghela nafas panjang, “Oke… Aku berhenti, tapi kamu harus jawab pertanyaanku dulu!”
“Oke, siapa takut?? Fisika? Kimia? Aku jagonya!”
“Ihh, bukan soal pelajaran tau! Dengar ya.. Apa bedanya bintang kejora dengan mata birumu??”
“Hmm, ya iyalah beda. Itu ‘kan bintang, kalo ini mata..”
“Eits, salah! Jawabannya, kalau bintang kejora itu menerangi banyak orang di bumi tiap malam hari. Nah, kalau mata birumu itu menerangi hidup, jiwa, dan hatiku tiap hari, tiap jam, dan tiap detik”
Aku tertawa, “Rayuan palsuu”
“Ihh, serius! Tau ngga, kalo langit itu seharusnya malu sama aku??”
“Lho, memangnya kenapa?”
“Karena.. Bintang-bintang yang langit punya itu kalah indahnya sama mata biru kamu!”
“Eh, tapi kamu sayang sama aku bukan cuma gara-gara mata biru aku ‘kan??
Irwan menggeleng dgn penuh keyakinan, “Ya jelas bukan. Aku sayangsama kamu itu ya karena diri kamu sendiri, Winda”
Aku dan Irwan sama-sama tersenyum dan suasana pun hening sejenak.
Irwan mengecup keningku dan…
*